Thomas Daniels

Diterbitkan pada: 12/07/2025
Bagikan itu!
Kepercayaan Bitcoin Grayscale Menghadapi Penurunan Aset Besar Pasca Transisi ETF
By Diterbitkan pada: 12/07/2025

Dalam surat bernada tajam yang dikirim pada hari Selasa, tim hukum Grayscale menuduh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) melanggar undang-undang federal dengan menunda proses persetujuan reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Digital Large-Cap. Para pengacara menegaskan bahwa keputusan SEC untuk menunda putusannya melemahkan tenggat waktu yang ditetapkan oleh badan tersebut dan norma-norma prosedural yang telah ditetapkan.

Meskipun proposal ETF telah disetujui oleh Divisi Perdagangan dan Pasar SEC, Kantor Sekretaris SEC turun tangan dan memulai peninjauan langsung yang secara efektif membekukan keputusan tersebut. Grayscale berpendapat bahwa langkah ini melanggar Pasal 19(b)(2)(D), yang mewajibkan pengajuan disetujui atau tidak disetujui sebelum batas waktu yang ditentukan.

Konsekuensi dari kegagalan memenuhi batas waktu persetujuan atau penolakan yang ditetapkan undang-undang, apa pun alasannya, sudah jelas: berdasarkan Pasal 19(b)(2)(D), usulan aturan dianggap disetujui. Grayscale, Bursa Efek, dan investor Dana saat ini dirugikan akibat keterlambatan peluncuran publik Dana tersebut.

Transisi Grayscale dari trust kripto ke ETF mencerminkan kematangan aset digital dari instrumen khusus menjadi produk keuangan arus utama yang diakui. Perusahaan berpendapat bahwa penundaan tidak hanya menghambat akses investor tetapi juga menghambat evolusi pasar.

SEC Incar Persetujuan ETF Kripto yang Lebih Sederhana

Di seluruh industri, bursa, manajer investasi, dan SEC sedang menjajaki reformasi untuk menyederhanakan alur kerja persetujuan ETF. Langkah-langkah yang diusulkan mencakup otomatisasi komponen pengajuan 19b-4 dan berpotensi mengabaikannya sepenuhnya untuk produk aset digital yang memenuhi syarat, menurut jurnalis keuangan Eleanor Terrett.

Ketua SEC Paul Atkins, dalam wawancara baru-baru ini dengan CNBC, menggarisbawahi perubahan haluan lembaga tersebut menuju transparansi dan inovasi. "Tujuan utama saya adalah menjadikan segala sesuatunya transparan dari aspek regulasi dan memberi orang-orang landasan yang kokoh untuk berinovasi dan menghasilkan produk-produk baru," ujarnya.

Jika reformasi ini terwujud, hal tersebut dapat membuka jalan bagi lonjakan produk aset digital baru—mulai dari ETF altcoin hingga dana tokenisasi dan ekuitas—dan secara signifikan memperluas partisipasi institusional di pasar kripto. Peningkatan arus masuk modal ini pada gilirannya dapat mendorong apresiasi harga aset yang lebih luas.