
Dalam operasi signifikan, Kedutaan Besar India di Laos berhasil melakukan penyelamatan 14 Indian pemuda dari pusat penipuan dunia maya yang terletak di Zona Ekonomi Khusus Segitiga Emas di provinsi Bokeo. Orang-orang ini dibujuk ke Laos dengan tawaran pekerjaan palsu dan kemudian ditawan, dipaksa bekerja dalam kondisi yang sulit. Penyelamatan ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan, yang sejauh ini telah membebaskan 548 warga negara India dari penipuan perdagangan manusia serupa terkait kripto.
Para korban dibujuk untuk melakukan perjalanan ke Laos dengan janji pekerjaan yang menguntungkan. Perusahaan yang meragukan, yang mengoperasikan penipuan pusat panggilan dan skema penipuan kripto, menawarkan posisi seperti 'eksekutif penjualan dan pemasaran digital' atau 'layanan dukungan pelanggan'. Proses rekrutmennya mencakup wawancara, tes mengetik, dan janji gaji yang besar, akomodasi hotel, penerbangan pulang pergi, dan bantuan visa.
Setibanya di sana, orang-orang ini menjadi sasaran perdagangan manusia dan dipaksa menjalani kondisi kerja yang sangat melelahkan. Beberapa dipaksa melakukan pekerjaan kasar, sementara yang lain dipaksa untuk berpartisipasi dalam penipuan terkait kripto atau teknologi.
Dalam sebuah pernyataan, Kedutaan Besar menggarisbawahi kolaborasi berkelanjutannya dengan pihak berwenang Laos untuk memastikan kepulangan para korban dengan selamat. Laporan ini menyoroti bahwa para rekrutan sering menjadi sasaran agen-agen di Dubai, Bangkok, Singapura, dan India, dan kemudian diangkut secara ilegal dari Thailand ke Laos. Kedutaan Besar menyarankan warga negara India untuk memverifikasi secara menyeluruh kredensial agen dan perusahaan perekrutan sebelum menerima tawaran pekerjaan di Laos. Ia juga memperingatkan bahwa bekerja dengan 'Visa on Arrival' adalah ilegal dan individu yang terbukti melakukan perdagangan manusia di Laos akan menghadapi hukuman hingga 18 tahun penjara.
Penipuan Pemotongan Babi
Penipu online di Laos sering mengeksploitasi korbannya melalui situs web terkait kripto dengan membuat janji palsu. Penipuan pemotongan babi melibatkan penipu yang menyamar sebagai calon kekasih untuk mendapatkan kepercayaan korbannya. Ketika kepercayaan sudah terbangun, para korban diyakinkan untuk melakukan investasi besar dalam skema yang tampaknya menguntungkan. Para penipu memberikan tekanan terus menerus pada korban untuk menginvestasikan lebih banyak uang sebelum menghilang bersama dana tersebut.







