David Edwards

Diterbitkan pada: 13/03/2025
Bagikan itu!
Dompet Bitcoin Era Satoshi Kembali Aktif di Tengah Lonjakan Harga BTC Baru
By Diterbitkan pada: 13/03/2025
Cadangan Bitcoin

Pemerintah AS tengah memajukan inisiatif cadangan Bitcoin dengan kecepatan yang tak terduga cepatnya, menurut CEO Majalah Bitcoin David Bailey.

Perintah eksekutif Presiden Donald Trump, yang ditandatangani pada tanggal 6 Maret, menguraikan pembentukan cadangan Bitcoin nasional, sebuah langkah yang awalnya diharapkan oleh para pakar industri akan diluncurkan secara bertahap. Namun, Bailey menyarankan agar para pejabat melaksanakan rencana tersebut dengan segera, menyelesaikan prosesnya dalam hitungan hari atau minggu, bukan bulan.

Cadangan Bitcoin AS Dipercepat

Dalam unggahan di media sosial baru-baru ini, Bailey menekankan bahwa perintah eksekutif tersebut sedang dilaksanakan “dengan kecepatan teknologi,” dengan mengutamakan pelaksanaan segera.

“Implementasi perintah eksekutif US Bitcoin Reserve dalam hitungan hari dan minggu, bukan bulan atau tahun,” ungkapnya.

Pendekatan yang dipercepat ini telah memicu perdebatan mengenai perlu tidaknya persetujuan kongres untuk akuisisi Bitcoin. Menanggapi kekhawatiran tentang hambatan legislatif, Bailey menegaskan bahwa pembelian proaktif dapat meningkatkan peluang persetujuan formal.

Implikasi Strategis dan Global

Keputusan untuk mendirikan cadangan Bitcoin membawa implikasi global dan kelembagaan yang signifikan. Matt Hougan, CIO di Bitwise, yakin langkah ini mengurangi kemungkinan larangan Bitcoin di masa mendatang di AS dan mendorong negara-negara lain untuk mendirikan cadangan serupa.

Selain itu, perintah tersebut memberi tekanan pada pemerintah asing untuk bertindak cepat, karena hanya ada sedikit peluang untuk akumulasi Bitcoin sebelum akuisisi AS lebih lanjut.

Khususnya, perintah eksekutif tersebut menghilangkan beberapa ambiguitas regulasi yang telah lama menyelimuti mata uang kripto. Pendiri Solana, Anatoly Yakovenko, menekankan bahwa perintah tersebut bukanlah dana talangan, melainkan kerangka kerja yang memberikan pedoman yang lebih jelas untuk aset digital.

Ia juga menekankan perlunya kejelasan regulasi yang mendesak mengenai stablecoin, akses perbankan untuk simpanan kripto, penerbitan token, dan pengawasan DeFi di bawah SEC dan CFTC.

Lebih jauh lagi, argumen institusional yang menentang Bitcoin sebagai kelas aset menjadi semakin sulit dibenarkan. Hougan mencatat bahwa platform penasihat nasional dan entitas keuangan global, termasuk Dana Moneter Internasional (IMF), mungkin perlu menilai kembali pendirian mereka terhadap Bitcoin.

Kepemilikan Bitcoin AS dan Pertanyaan yang Belum Terselesaikan

Meskipun ada momentum, masih ada pertanyaan tentang kepemilikan Bitcoin pemerintah AS dan tujuan penggunaannya.

Alex Thorn, kepala penelitian di Galaxy Digital, membedakan Bitcoin yang sudah dipegang pemerintah dan yang ditujukan untuk cadangan strategis. Sementara pemerintah AS saat ini memegang sekitar 200,000 BTC, hanya 88,000 BTC yang dialokasikan untuk cadangan.

Sebanyak 112,000 BTC tambahan, yang disita dari aktivitas terlarang, akan dikembalikan ke Bitfinex. Namun, masih ada ketidakpastian mengenai apakah dana ini akan dicairkan sesuai rencana.

Saat AS memajukan strategi cadangan Bitcoinnya, langkah tersebut menandakan perubahan paradigma dalam adopsi aset digital, yang memperkuat peran Bitcoin dalam sistem keuangan global.

sumber