Thomas Daniels

Diterbitkan pada: 30/07/2025
Bagikan itu!
By Diterbitkan pada: 30/07/2025

Dalam langkah strategis untuk memperkuat pengawasannya terhadap sektor aset digital, Bank Korea (BOK) telah membentuk Komite Aset Virtual yang bertugas mengawasi pasar mata uang kripto dan mengoordinasikan dialog kebijakan mengenai stablecoin dan aset virtual dengan pemerintah. Inisiatif ini menggarisbawahi perubahan bank sentral dari sekadar observasi menjadi partisipasi aktif dalam membentuk kerangka regulasi kripto Korea Selatan.

Seorang pejabat bank sentral mengonfirmasi bahwa Tim Aset Virtual yang baru dibentuk akan berfungsi sebagai titik fokus untuk kerja sama antarpemerintah selama proses legislatif dan akan memantau perkembangan industri yang melibatkan stablecoin dan aset digital.

Dari Riset ke Eksekusi: Strategi CBDC Difokuskan Kembali

Bertepatan dengan peluncuran komite, Bank Korea telah mengganti nama Tim Penelitian Mata Uang Digital menjadi Tim Mata Uang Digital yang lebih berorientasi operasional, menandakan transisi dari penelitian akademis ke pengembangan mata uang digital yang digerakkan oleh bisnis.

Bank juga telah memperkenalkan dua divisi khusus:

  • Tim Teknologi Mata Uang Digital, berfokus pada penelitian dan pengembangan teknologi;
  • Tim Infrastruktur Mata Uang Digital, bertanggung jawab untuk membangun platform voucher digital menggunakan token deposit dan membangun lingkungan pengujian untuk aplikasi mata uang digital.

Uji Coba CBDC Ditunda di Tengah Ketidakpastian Regulasi

Pada tanggal 29 Juni, Bank Korea menunda uji coba mata uang digital bank sentral ritel (CBDC) yang direncanakan, yang berlangsung dari April hingga Juni 2025. Keputusan ini menyusul meningkatnya kekhawatiran dari bank-bank komersial mengenai biaya partisipasi dan kurangnya kejelasan hukum.

Meskipun ada penundaan, pejabat bank sentral mengonfirmasi bahwa proyek terkait CBDC akan terus berlanjut dan uji coba dapat dilanjutkan setelah kerangka legislatif diperjelas.

Bank Lebih Memprioritaskan Stablecoin daripada Inisiatif CBDC

Sektor perbankan komersial Korea Selatan telah mempercepat rencana peluncuran stablecoin yang dipatok won, dengan delapan lembaga besar menargetkan penerbitannya pada akhir 2025 atau awal 2026. Langkah ini mencerminkan preferensi industri yang lebih luas terhadap mata uang digital yang diterbitkan bank dibandingkan CBDC yang dikelola negara.

Wakil Gubernur Bank Korea Ryoo Sang-dai secara terbuka mendukung pendekatan bertahap di mana bank berlisensi memimpin penerbitan stablecoin sebelum partisipasi pasar yang lebih luas dipertimbangkan.

Gesekan Legislatif Terkait Penerbitan Stablecoin

Ketegangan muncul antara bank sentral dan anggota parlemen atas rancangan undang-undang yang akan memungkinkan entitas nonbank dengan ekuitas minimum KRW 500 juta (sekitar USD 360,000) untuk menerbitkan stablecoin.

BOK telah menyuarakan penolakan keras terhadap ketentuan tersebut, dengan menyebutkan kesamaan historis dengan era "perbankan bebas" dan potensi risiko terhadap stabilitas moneter dan pengelolaan arus modal jika penerbitan stablecoin menjadi terlalu terdesentralisasi.